Selasa, 17 Mei 2016

Mesin Pemahat Mimpi

Mesin Pemahat Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Sial!” Danu mendesis kesal. Ia membungkukkan badannya sampai sembilan puluh derajat, dengan napas yang belum stabil. Keringat mulai membasahi tempatnya berpijak. Bagai gutasi di ujung daun, peluh itu turun satu-satu dari rambutnya yang meruncing karna basah. Terik matahari membakar lintasan lari yang berwarna kemerahan.

“Latihan lagi ya Dan. Kalau di dalam sekolah saja kalah dengan Topan, apa kabar di tingkat Provinsi minggu depan? Ini baru simulasi tingkat kota Dan. Di tempat kedua saja tidak cukup. Rekor larimu masih kalah jauh dengan Topan.” Seorang laki-laki paruh baya menepuk punggung Danu. Danu lantas berdiri dengan tegak, menghadap laki-laki itu. Namanya Setya dia pelatih tim atletik di SMA. “Kita beruntung, sekolah kita punya dua kandidat yang lolos. Memang lebih beruntung lagi kalau kita dapat dua tempat di podium juara. Tapi, lakukan saja sebisamu.” Kata Setya lalu beranjak menuju Topan. Mereka saling berpelukan. Ish berasa sudah menang?! Percaya diri sekali. Pikir Danu kesal.

Danu melangkah gontai menyambar tasnya yang tergeletak di pinggiran lintasan, Ia bergegas pulang. “Dan!” Tanpa menoleh Danu sudah tahu suara siapa itu. “Apa?” Jawabnya malas. Topan menghampirinya dengan senyum lebar. “Bagaimana simulasi kali ini?”, “Biasa saja.” Danu melanjutkan p
... baca selengkapnya di Mesin Pemahat Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 15 Mei 2016

Memahami Keunikan Diri

Memahami Keunikan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Riyanto

Artikel ini saya tulis untuk mencoba menjawab pertanyaan sahabat pembaca yang masuk via email. Terima kasih bagi sahabat yang telah mengajukan pertanyaan, sehingga kita bisa sharing yang semoga ada manfaatnya. Pertanyaan yang diajukan cukup panjang, namun akan saya kemukakan di sini intinya saja.

Inti pertanyaan yang dimaksud adalah apakah manusia itu dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama atau berbeda? Tentang kreativitas seseorang, kenapa antara yang satu dengan yang lain berbeda. Kenapa ada yang “wah” dan ada yang “biasa-biasa” saja? Tentang beberapa bangsa di bumi ini; kenapa ada yang bisa menciptakan peradaban dan teknologi tinggi, tapi kita tidak atau belum bisa demikian. Apa karena makanannya, lauknya, minumannya, orangtua atau keluarganya, atau semua itu karena takdir? Begitulah kira-kira rasa penasaran yang diungkapkan oleh sahabat tersebut.

***

Kemajuan hidup bisa kita peroleh dari seberapa besar atau seberapa sulit pertanyaan yang ingin kita jawab
... baca selengkapnya di Memahami Keunikan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 13 Mei 2016

Menanam Bambu

Menanam Bambu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Radinal Muchtar

Anak-anak kelas XI tertawa melihat adik-adiknya disuruh menanam bambu di area taman sekolah. Ada dua hal yang membuat mereka tertawa. Pertama, mereka teringat ketika harus menanam bambu setahun yang lalu saat mereka masih duduk di kelas X. Kedua, mereka merasa bahwa adik-adiknya akan mengalami apa yang mereka alami sekarang yaitu kebingungan. Sudah setahun yang lalu mereka disuruh merawat bambu, namun bambu tak kunjung tumbuh. Ini sudah tahun kedua, dan mereka belum juga melihat pertanda bahwa bambu yang mereka tanam akan tumbuh menjulang tinggi. Mereka merasa dibodohi dan kelak, adik-adik mereka juga akan merasa demikian.

Tahun berganti, dan lagi-lagi pihak sekolah menyuruh seluruh anak-anak kelas X untuk menanam bambu. Siswa akhir, yang telah menanam dua tahun yang lalu, kembali tertawa. Menjelang kelulusan mereka beberapa bulan lagi, mereka belum juga mendapatkan hasil tanaman mereka. Hanya bambu kecil yang tak tampak dari jauh. Hanya itu. Itukah yang mereka hasilkan selama dua tahun?

Di hari terakhir mereka menjadi murid sekolah tersebut, mereka dikumpulkan disebuah ruangan. Kepala sekolah masuk dan berdiri di depan mereka dengan sebuah senyuman. Ia berbicara sebentar dan ditutup dengan sebuah permintaan.

“Bapak minta kalian untuk berkumpul lagi di sekolah ini setahun yang akan datang. Bapak ingin memberi sesuatu untuk kal
... baca selengkapnya di Menanam Bambu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 12 Mei 2016

Matahari pun Tak Bosan

Matahari pun Tak Bosan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di pucuk dedaunan masih bergelayutan embun nan segar. Malu-malu ia untuk pergi meninggalkan tempatnya. Hasil gutasi ditambah suasana dinginnya malam dia muncul disana. Perlahan-lahan dia sebar senyum disekitarnya. Kulihat sejenak. Kutatap lama. Senyumnya terlempar buatku. Hatiku menyambut senyum itu. Namun, kehadirannya tak bertahan lama. Seiring datangnya mentari, senyumnya menghilang. Angin sepoi datang menghampiri dan tanpa belas kasihan dihantamnya sang embun hingga tersungkur berurai di tanah. Hatiku teriris, kasihan melihat nasib si embun.

Ku bangkit setelah lama ambil posisi jongkok menyaksikan kejadian yang menimpa embun. Mentari mulai meninggi dan membasahi seluruh ragaku dengan cahaya kuningnya yang lembut. Kugerakan seluruh ototku. Kuajak tubuhku beraktivitas. Yah… kuolah ragaku.

Putar kanan… putar kiri… hadap kanan… hadap kiri… badanku meliuk-liuk. Aliran darah segar segera membanjiri pembuluh darahku. Aku terbuai keasyikan. Di tengah keasyikan itu, samar-samar kudengar orang bercakap-cakap. Kuajak kakiku melangkah mencari asal suara. Di ruang tamu kudapati dua orang tengah terlibat perbincangan yang serius. Aku intip dibalik pintu belakang. Bapak angkat dan temannya. Aku tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Bahasa sunda adalah penghalangnya, karena aku tidak mengerti bahasa itu.

Diam-diam kuberanikan duduk disamping bapak angkatku setelah mendapat perizinan. Akupun kini
... baca selengkapnya di Matahari pun Tak Bosan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 09 Mei 2016

Keyakinan Itu Berjenjang

Keyakinan Itu Berjenjang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Ade Asep Syarifuddin

SEORANG sarjana lulusan sebuah perguruan tinggi swasta mengikuti sebuah training. Entah apa yang diberikan di dalam training tersebut sampai-sampai ketika selesai dia memiliki keyakinan yang sangat tinggi. Dia bilang, sekarang dirinya bisa melakukan apapun yang dia mau. Terlihat tatapan matanya antusias, penuh semangat dan sangat enerjik.

Sebulan kemudian saya bertemu lagi dengan sarjana tadi. Penampilannya jauh berbeda dengan satu bulan yang lalu. Dulu dia sangat semangat, percaya diri dan memiliki keyakinan yang kuat. Tetapi sekarang malah terlihat mengenaskan. Saya coba tanya dia dengan bahasa sederhana, “Apa yang telah terjadi?” Dengan pelan dia mengatakan, semua keyakinannya tidak terwujud karena dia memasang targat terlalu tinggi daripada kemampuan yang dimilikinya.

Ya betul sekali…. keyakinan itu tidak bisa datang dalam waktu sekejap. Butuh waktu dan proses yang cukup lama. Jika keyakinan itu datang dengan cepat, maka hilangnya juga dalam waktu yang cepat pula. Kita tidak bisa memaksakan diri kita meyakini sesuatu secara instant. Pikiran bekerja sangat lembut, tidak bisa dipaksa. Demikian halnya dengan keyakinan yang kita miliki, sangat berjenjang, tidak bisa datang begitu saja.

Mengapa berjenjang? Keyakinan itu ibarat se
... baca selengkapnya di Keyakinan Itu Berjenjang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 07 Mei 2016

Wiro Sableng #73 : Guci Setan

Wiro Sableng #73 : Guci Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SATU

Lereng gunung Merbabu di stu malam buta tanpa bulan tanpa bintang.
Udara dingin bukan kepalang. Kegelapan menghitam di mana-mana. Di beberapa tempat behkan sulit ditembus pandangan mata. Di kejauhan lapat-lapat terdengar suara lolongan anjing. Ketika angin malam bertiup segala sesuatunya laksana membeku dalam dingin yang luar biasa.
Sekali terdengar lolongan anjing di kejauhan. Tiba-tiba di selatan lereng gunung kelihatan ada yala api bergerak cepat sekali menuju ke timur. Bersamaan dengan itu terdengar suara menderu tak berkeputusan seperti ada sesuatu yang menggerus menjalar perut gunung.

Dalam kegelapan yang kini mendapat cahaya terang dari nyala api ternyata ada empat sosok tinggi besar bergerak menuju ke timur. Sosok pertama adalah seorang laki-laki berpakaian serba hitam. Baujnya tidak berkancing. Dadanya kelihatan penuh ditumbuhi bulu lebat. Bulu ini juga tampak di sepanjang kedua lengan dan kakinya. Tampangnya yang sangar dan buas hampir tertutup oleh rambut gondrong awut-awutan, kumis lebat riap-riapan menjuntai bibir serta brewok cambang bawuk yang meranggas liar. Sepasang matanya k
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #73 : Guci Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Gang Setan